Beranda > Berita Utama > Detail Berita

Detail Berita

200 PEGAWAI MU’ALLIMIN IKUTI VAKSINASI COVID-19

Guru Sehat, Karyawan Sehat, Musyrif Sehat untuk Madrasah yang Hebat

Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta bekerja sama dengan RSU PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan vaksinasi Covid-19 secara massal untuk seluruh pegawainya di kampus setempat, Selasa (25/5). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh guru, karyawan, dan musyrif. Bahkan Mu’allimin juga mengikutsertakan sekitar 40 orang dari beberapa institusi koleganya untuk bergabung dalam kegiatan yang juga dihadiri langsung oleh Direktur Utama RSU PKU Muhammadiyah, dr. H Mohammad Komarudin Sp.A. dan Direktur Mu’allimin, H Aly Aulia Lc MHum.

Dalam sambutan pembukaannya sesaat sebelum kegiatan vaksinasi dilaksanakan, Aly Aulia menyatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud nyata serta respon positif madrasah terkait fatwa PP Muhammadiyah dan kebijakan pemerintah dalam upaya menyikapi pandemi Covid-19, khususnya di kalangan civitas akademika Mu’allimin.

“Selain untuk menjaga imunitas dan kesehatan dari masing-masing pegawai dan keluarganya, kegiatan ini juga untuk menyambut hadirnya tahun pelajaran baru yang akan datang, di mana Mu’allimin secara bertahap berencana akan menghadirkan para santri kita untuk belajar secara offline di kampus kita ini. Kita semua harus mempersiapkannya sejak sekarang, utamanya terkait dengan aspek imunitas dan kesehatan untuk memberikan layanan yang baik dan aman kepada anak-anak kita,” ungkap Aly Aulia di hadapan tim medis, dan puluhan peserta vaksin yang sejak pagi telah memadati tribun yang sengaja diseting untuk acara tersebut.

Dalam pada itu, dr. Desita Dyah Mukti Adityaningrum MSc, koordinator tim medis RSU PKU Muhammadiyah dalam arahannya mengatakan, bahwa dengan vaksin ini diharapkan tingkat imunitas setiap peserta bisa meningkat, sehingga dapat meminimalisir kemungkinan terkena Covid-19.

Namun di bagian lain dari arahannya, ia pun berpesan, bahwa meskipun sudah divaksin, harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Divaksin, bukan berarti sudah kebal dari virus Corona. Meskipun sudah divaksin, masih ada kemungkinan bisa terpapar Covid-19. Oleh karena itu, bapak, ibu dan saudara sekalian tetap wajib berpola hidup sehat, dan mematuhi protokol kesehatan secara baik,” pesan cicit dari Kyai Sujak, tokoh penting di masa awal perkembangan Muhammadiyah dan Mu’allimin itu.

Secara umum, teknis pelaksanaan vaksinasi di Mu’allimin yang menggunakan jenis vaksin AstraZeneca itu berjalan dengan lancar. Para peserta vaksinasi tampak tertib mengikuti tahapan-tahapan kegiatan dengan bimbingan para tim medis yang berjumlah 20 orang.

Dari 245 peserta, tercatat ada 12 orang yang tertunda vaksin tahap pertamanya tersebut. Pada umumnya, mereka terkendala oleh tingkat suhu badan dan tekanan darah yang relatif tinggi yang secara medis tidak memungkinkan untuk dilakukan vaksinasi.
(HN)

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru