Beranda > Berita Utama > Detail Berita

Detail Berita

Prof Dr Dadang Kahmad MSi: Dakwah Virtual Menjadi Pilihan Terbaik di Masa Pandemi Saat Ini

Mengawali hari perdananya di bulan April 2021, Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta kembali menggelar agenda intelektual rutin bulanan dalam frame acara Pertemuan Bulanan Pegawai secara virtual, Kamis (1/4/2021). Acara via zoom yang diikuti oleh ratusan guru, karyawan, dan musyrif itu menampilkan pemateri Prof Dr H Dadang Kahmad MSi, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam paparannya yang bertajuk “Sekolah Kader Muhammadiyah; Peluang dan Tantangan Dakwah di Era Komunikasi Virtual” itu, Prof Dadang menyatakan bahwa pada masa pandemi saat ini, dakwah secara virtual menjadi pilihan terbaik untuk memberikan pencerahan kepada umat secara lebih luas. Menurutnya, kegiatan dakwah tersebut tidak hanya terbatas pada kegiatan tabligh saja, namun kegiatan pendidikan seperti di Mu’allimin, pelayanan di rumah sakit Muhammadiyah, itu pun termasuk aktifitas dakwah. Hal tersebut akan efektif, apabila metode dakwah itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

“Pandemi saat ini seharusnya tidak menurunkan semangat kita untuk terus berdakwah, namun sebaliknya masa sulit ini menjadi peluang tonggak awal kebangkitan dakwah Islam memasuki era revolusi industri 4.0 ini. Sikap adaptif para da’i dalam mengikuti perkembangan zaman tentunya merupakan langkah yang harus dilakukan,” ungkap Prof Dadang.

Menurutnya, secara institusi, Muhammadiyah yang mengusung semangat pembaharuan (tajdid) mesti menghadirkan wajah baru dalam berdakwah melalui berbagai platform media berbasis digital sehingga cocok dengan karakter komunikasi virtual.

Di bagian lain dari paparannya, secara khusus dia pun mengatakan bahwa sebagian besar Generasi Y dan Z (usia 10 – 40 tahun) yang merupakan sebagian besar penduduk Indonesia saat ini, mereka mencari rujukan ilmu agama melalui media sosial dan tidak ke majelis taklim.

“Secara persentase, rujukan mereka mencari rujukan agama berturut-turut medsos (50,8%), buku/kitab (48,57%), televisi (33,73%), dan hanya sebanyak 17,11% yang mengikuti majelis taklim,” ungkap Guru Besar Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu.

Diapun mengingatkan, “Kalau kita bisa memanfaatkan medsos untuk berdakwah, maka objek dakwahnya sangatlah besar. Namun, jika kita tidak bisa berdakwah di media sosial, maka berarti Muhammadiyah akan hilang kesempatan untuk berdakwah terhadap generasi Y dan Z,” tegasnya.

Sementara itu, dalam sambutan iftitahnya, Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, H Aly Aulia Lc MHum menegaskan bahwa agenda ini bertujuan untuk merefresh semangat bermuhammadiyah dan meneguhkan kembali ruh kemuhammadiyahan bagi seluruh pegawai.

“Kami berharap, dengan peneguhan ini akan mampu berkontribusi positif terhadap kesiapan seluruh civitas Mu’allimin menghadapi era digitalisasi di masa pandemi yang penuh tantangan sekaligus harapan dan peluang untuk terus maju ini,” tegas Aly Aulia.
(HN)

#sekolahkader

#muhammadiyah

#pendidikan

#sekolahmenengah

#madrasah

Instagram: mualliminjogja
Youtube: muallimin jogja

Facebook : muallimin muhammadiyah yogyakarta
Fanspage: Muallimin Muallimaat Jogja

(More Info : http://bit.ly/mualliminjogja

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru