Beranda > Berita Utama > Detail Berita

Detail Berita

TETAP BERPRESTASI DI MASA PANDEMI

Mu’allimin Kembangkan 50 Aplikasi Digital untuk Memberikan Layanan Prima

Masa pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan hingga saat ini, pada faktanya telah berdampak luas terhadap berbagai dinamika kehidupan. Bidang pendidikan merupakan salah satu aspek strategis yang secara langsung terdampak serius akibat situasi tersebut.

Akan tetapi, bukan berarti bahwa kondisi tersebut menyurutkan semangat untuk terus dan tetap berprestasi di masa sulit seperti saat ini. Dengan motto ‘Berpacu dalam prestasi. Terus berkreasi di masa pandemi,’ jajaran manajemen Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta terus berbenah untuk melakukan berbagai inovasi yang terkait dengan layanan prima yang diberikan.

Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, H Aly Aulia Lc MHum menyatakan, bahwa dalam upaya menghadapi situasi saat ini menyusul mulai merebaknya secara masif proses revolusi industri 4.0, maka menuntut segenap civitas akademika Mu’allimin melakukan berbagai inovasi untuk bisa menyesuaikan dengan kondisi terkini.

“Kita semua, segenap warga Mu’allimin harus memiliki kesiapan untuk beradaptasi dengan situasi yang saat ini terjadi. Tanpa kesiapan tersebut, maka kita akan mengalami shock culture , belum siap dengan budaya baru, yang itu dapat berdampak kurang positif pada semangat dan prestasi kerja kita untuk memberikan layanan yang baik utamanya kepada para siswa kita sebagai subjek utama dalam pembelajaran,” ungkap Aly Aulia.

Menurutnya, sebagai lembaga pendidikan Muhammadiyah tertua di Indonesia dengan jumlah peserta didik mencapai 1.611 siswa dari seluruh Indonesia, Mu’allimin justru menjadikan situasi pandemi Covid-19 selain sebagai tantangan, namun sekaligus juga sebagai peluang untuk terus berinovasi dan berprestasi.

“Di satu sisi, kami akan selalu mengikuti kebijakan dari pemerintah maupun persyarikatan terkait pandemi ini, namun di sisi lain, kondisi ini justru bisa dijadikan sebagai motivasi untuk terus berkreasi,” tutur alumni Universitas Al-Azhar, Mesir yang kini tengah menyelesaikan program doktoralnya itu.

Secara terpisah, Wakil Direktur II Bidang Tata Usaha dan Keuangan, Agus Mianta SSi MPd menyatakan bahwa sejak awal pandemi tahun lalu, pihaknya telah melakukan berbagai terobosan, inovasi dan kreasi di bidang layanan, baik layanan edukasi maupun administrasi. Menurutnya, skill dan kompetensi di bidang IT dengan berbagai varian aplikasinya, merupakan bekal keahlian yang harus dimiliki oleh seluruh warga madrasah, agar mampu ‘menaklukkan’ situasi sulit tersebut menjadi peluang untuk terus maju dan berkembang.

“Selama masa pandemi saat ini, kami telah mengembangkan setidaknya ada 50 sistem informasi dengan menggunakan domain internal. Hal tersebut, selain menjadi tuntutan zaman, juga untuk memberikan layanan yang prima kepada masyarakat secara luas,” ungkap Agus Mianta.

Dalam praktiknya, pengembangan sistem informasi dan digitalisasi tersebut telah mampu mempercepat dalam proses komunikasi, akurasi pengolahan data, sistem administrasi yang rapi, serta inventarisasi dan penyimpanan data yang sistematis.

Dengan adanya pengembangan sistem informasi akademik ini, pembelajaran daring menjadi semakin berkualitas dan menarik. Pengembangan sistem informasi akademik tidak saja untuk melayani proses pembelajaran formal melalui kelas online secara real time, namun juga bisa diakses secara online pada waktu informal. Dalam pelaksanaannya, proses pembelajaran oleh guru juga menerapkan blended learning baik secara sinkronous maupun asinkronous.

“Ke depan, kami akan terus mengembangkan sistem aplikasi digital tersebut, yang mencakup bidang manajerial, edukasi, supervisi, monitoring, evaluasi, rekruitmen, dan administrasi,” pungkas Agus Mianta.

(HN)

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru