Sekolah Calon Ulama, Pendidik, & Pemimpin Pendidikan 6 Tahun

EN / GB

Haedar Nashir: Mu’allimin Harus Memiliki Proyeksi ke Masa Depan

Oleh admin

12 Desember 2020

Bertebarannya para tokoh masyarakat dan pemimpin nasional yang memberikan ucapan selamat dan apresiasi atas peringatan Milad ke-102 Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta semakin memantapkan kiprah madrasah tertua di Indonesia ini, sebagai lembaga pendidikan yang eksistensinya semakin diakui oleh masyarakat luas. Puncak resepsi milad telah digelar di Masjid Hajah Yuliana Kampus Terpadu Mu’allimin, Selasa (8/12) secara virtual.

Dari kalangan birokrat, yang berkenan memberikan sambutan dan testimoninya adalah Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani SE MSc PhD, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan SE MP PhD, dan Menteri Sekretaris Negara, Prof Dr Drs Pratikno MSoc Sc. Beberapa tokoh Muhammadiyah, di antaranya Prof Dr Din Syamsudin MA, dan Prof Dr Ahmad Syafii Maarif MA, juga berkenan memberikan ucapan tahniahnya. 

Dalam amanatnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir MSi menyatakan bahwa bagi Mu’allimin dan juga Mu’allimaat, dengan Milad ke-102 ini harus dijadikan sebagai tonggak sejarah dalam melangkah ke depan memasuki era baru yang tentu dengan tantangan dan tuntutan yang semakin berat.

“Kita peringati Milad ke-102 ini dengan penuh gelora untuk mengemban misi ke depan, untuk memperluas horizon dan cakrawala secara luas. Seluruh jajaran pimpinan dan warga madrasah harus memiliki proyeksi ke depan, memiliki jejak visi dan ruhani yang intelek agar bisa mensinergikan dengan visi Islam yang berkemajuan,” ungkap Haedar Nashir.

Menurutnya, spirit kemuhammadiyahan dan kemanusiaan yang tulus juga harus ditumbuhkan di kalangan warga Mu’allimin, agar peran dan kontribusi madrasah kepada umat dan bangsa terus bisa ditingkatkan.

“Mu’allimin dan juga Mu’allimaat harus menjadi tempat belajar yang mampu membangun karakter optimisme siswa dalam menyelesaikan berbagai permasalahan secara dewasa, dan berdiaspora di masa depan,” pinta Haedar.

Lanjut Haedar, “Dengan Milad ke-102 ini, kini Mu’allimin telah berhasil melintas batas kemajuan zaman dengan mendirikan kampus terpadu yang diketuai oleh Buya Syafii Ma’arif. Beliau telah memberi teladan kepada kita, terus berjuang melintas batas namun tetap memegang nilai-nilai positif untuk kemajuan bersama,” tutur pria kelahiran Bandung, 25 Februari 1958 itu.

Sementara itu dalam sambutan iftitahnya, Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Aly Aulia Lc MHum menyatakan bahwa di abad pertamanya, Mu’allimin telah berhasil melahirkan para penggerak, ulama, pendidik, dan pemimpin, yang tidak hanya dalam aspek kognitif, namun juga aspek karakter dan tanggung jawab.

“Lahirnya tokoh penting seperti Buya Syafii Ma’arif telah terbukti menjadi energi besar dengan meneguhkan perbuatan mulia, untuk mencetak kader-kader Muhammadiyah di masa depan,” papar Aly Aulia.

Memasuki abad keduanya ini, alumni Universitas Al-Azhar Mesir itu pun mengajak seluruh warga Mu’allimin untuk terus melakukan berbagai lompatan pembaharuan untuk mencetak kader yang memiliki karakter mulia, memiliki kecakapan keilmuan, profesionalisme sosial kemanusiaan, kepribadian, dan kompetensi gerakan.

“Saatnya, di momen Milad ke-102 ini kita jadikan start untuk melompat, berlari, dan berprestasi. Dengan langkah besar, kita akan bisa melakukan perubahan yang besar pula,” ungkap Aly Aulia di akhir sambutannya.

Dalam sambutan singkatnya, Sekretaris PP Muhammadiyah sekaligus Ketua BPH Mu’allimin-Mu’allimaat, Dr Agung Danarta MAg mengatakan bahwa tema Milad ke-102 tahun ini yakni ‘Meneguhkan Kompetensi Kader Hadapi Era Baru’ menunjukkan semangat antisipasi masa depan yang perubahannya sangat cepat. Dari aspek keterampilan, memasuki era IOT (internet of thing) dan AI (artifisial intelegence) menuntut hidup dekat dengan teknologi era modern. Hal tersebut harus diantisipasi dan disiapkan sejak dini agar kita bisa tetap survive dalam berbagai situasi.

“Core pendidikan di Mu’allimin adalah pendidikan karakter yang berdasarkan nilai-nilai Al-Quran dan As-Sunnah, yang akan survive dalam keadaan sosial budaya dan peradaban apapun,” ungkap Agung Danarta.

Menurutnya, dibutuhkan kecerdasan spiritual dan emosional untuk menjadi kader penggerak di masa depan. Momen Milad ke102 harus dijadikan sebagai spirit untuk maju dan terus berkembang.

“Selamat atas Milad ke-102, semoga semakin bersinar dan mencerahkan peradaban bangsa,” ucap Agung Danarta di akhir sambutannya.

(HN)

———————————————————————
Instagram: mualliminjogja
Youtube: muallimin jogja

Facebook : muallimin muhammadiyah yogyakarta
Fanspage: Muallimin Muallimaat Jogja

Mu’allimin dalam angka


0

Tahun Berdiri

0

Pahlawan Nasional

0

Jumlah Pelajar

0

Komunitas Siswa

Informasi PPDB Tahun Ajaran 2022/2023

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2022/2023 dibuka pada tanggal 11 September sampai dengan 4 November 2021.

Open chat