LANGKAH KECIL HIJAUKAN SEKOLAH

Oleh: Zaidan Ihsani[1]

RedaksiKS – Yogyakarta – Masalah lingkungan yang sekarang begitu kompleks membuat kita sebagai pemuda, khususnya pelajar harus ikut andil dalam pergerakan mengkampanyekan pelestarian lingkungan melalui media sosial.

Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta memiliki gerakan “Berdaya, Beraksi Nyata” yang mana salah satu pemberdayaannya adalah fokus pada lingkungan hidup. Sebelum benar-benar menyuarakan tentang menjaga ekosistem lingkungan, Pimpinan IPM Mu’allimin memulai gerakannya dengan membuat pendalaman mengenai lingkungan hidup melalui acara Kajian Pimpinan dengan tema “Gerakan Praktis Sekolah Ramah Lingkungan”. Acara ini adalah salah satu program kerja bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan IPM Mu’allimin periode ini.

Kajian Pimpinan yang pertama diisi oleh pemateri yang berasal dari Surabaya, Syahrul Ramadhan, S. Sos. Beliau mempunyai sapaan akrab, yakni Cak Rul. Beliau adalah alumni Mu’allimin 2013 yang cukup aktif di dunia gerakan pelajar di daerah Jawa Timur. Beliau juga pernah ber-IPM selama ±8 tahun, dimulai dari anggota bidang Perkaderan IPM Mu’allimin sampai terakhir beliau menjabat sebagai Ketua Umum PW IPM Jawa Timur. Setelah selesai masa jabatannya sebagai ketua umum PW IPM Jatim, beliau menjadi aktivis Muhammadiyah. Yang beliau tekuni saat ini adalah pada bidang advokasi, mulai dari pelajar sampai urusan lingkungan atau ekologi. Semasa akhir jabatan beliau sebagai ketua umum IPM Jatim, beliau sudah memulai memasifkan gerakan-gerakan yang diinisiasi oleh beliau secara langsung, seperti Sekolah Sungai, IPM Riders, Kader Hijau Muhammadiyah, dsb. Gerakan-gerakan yang diinisiasi oleh Cak Rul kondisinya saat ini sudah dapat dirasakan kebermanfaatannya oleh kader-kader IPM, meskipun belum bisa dirasakan secara nasional. Tetapi ini adalah bukti yang dapat ditinggalkan oleh Cak Rul semasa menjadi ketua umum PW IPM Jatim.

Rabu, 13 November 2019, Cak Rul diundang untuk mengisi materi tentang Sekolah Ramah Lingkungan di Aula Madrasah Mu’allimin yang dimulai pukul 20.00 sampai 22.00 WIB. Meskipun nama acaranya adalah Kajian Pimpinan IPM Mu’allimin, acara ini juga dihadiri oleh Gerakan Mu’allimin Pecinta Alam (GRAMUPALA) dan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Qabilah Ki Bagus Hadikusuma. Kami memang sengaja mengundang dua organisasi tersebut dengan harapan setelah Kajian Pimpinan selesai, 3 organisasi ini dapat bekerjasama untuk membentuk Mu’allimin menjadi Sekolah Ramah Lingkungan. Alasan ini dibuat karena kita adalah sekolah yang berada langsung dibawah PP Muhammadiyah dan tidak menutup kemungkinan bahwa kita bisa berperan sebagai motor penggerak pelajar ditingkat kota hingga skala nasional. Pemateri menekankan kepada kita, sebagai kader Muhammadiyah harus seminimal-minimalnya menginjak etika lingkungan biosentrisme, yakni memahami lingkungan atas kepentingan makhluk hidup. Dan sangat dianjurkan pula kepada siswa Mu’allimin agar dapat menerapkan etika lingkungan ekosentrisme yang mana kita memahami lingkungan atas kepentingan semua aspek yang ada didalam bumi ini, mulai dari sungai, tanah, air, biotik sampai abiotik. Setelah memberikan sedikit teori, Cak Rul mengajari kami untuk membuat suatu program penghijauan lingkungan dengan menggunakan metode “Pohon Masalah”. Disitu kita mulai berimajinasi untuk membuat suatu gerakan yang berdampak pada stabilitas lingkungan. Ada aspek yang dijelaskan, yakni kebijakan serta lembaga sosial.

Setelah mengajak para pimpinan untuk membuat suatu program, Cak Rul mulai merancang “Mu’allimin Ramah Lingkungan” untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai, peniadaan AC, pengolahan air, membuat ruang hijau, dsb. Tentu saja dengan merangkul seluruh civitas akademika Mu’allimin.

Pesan yang diberikan oleh Cak Rul pada saat kegiatan berlangsung: “Ingat, kalian disini (Mu’allimin) dididik sebagai kader, sekolahnya aktivis dimasa yang akan datang, terus berkarya. Sudah seharusnya kita menjadi poros pergerakan pelajar skala nasional. Kita itu besar, dibawahi langsung oleh PP Muhammadiyah. Gunakan posisi sekolahmu sebaik mungkin, jangan diam saja. Perlu kalian ketahui itu semua.” Beliau menambahkan: “Saya juga berdo’a, Yaa Allah, jadikan saya aktivis sampai mati dan matikan saya ketika sedang aktivitas aktivis.” Tutur Cak Rul yang tak henti memberikan semangat kepada kita agar terus berjuang sebagai motor penggerak pelajar.

Terakhir, saya ingin berpesan kepada seluruh pembaca khususnya para pelajar, ingat pesan Kiai Haji Ahmad Dahlan kepada kader-kader Muhammadiyah “sedikit bicara, banyak bekerja”. Kalimat ini menyampaikan kepada kita, bahwa jangan hanya berwacana ria belaka, tetapi juga realistis dilakukan dalam kehidupan nyata. Saya ucapkan selamat kepada seluruh kader Muhammadiyah, selamat mengarungi ombak yang terus menghajar mental dan pikiran, demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

[1] Ketua IPM Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta

Sumber : https://kalimahsawa.id/langkah-kecil-hijaukan-sekolah/

Leave a comment