DA’WAH ON THE STREET

 

Hari ini Jumat 28 Desember 2018 tepat nya di masjid Gede Yogyakarta dan seputar alun alun Utara Aku menyaksikan pemandangan yang tidak biasa Santri santri Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta dengan baju koko putihnya bergilir mudik mengejar orang orang yang ada di seputaran alun alun dan Masjid gede Kauman

Ada seorang santri menghampiriku,
“Assalamualaikum Ibu, boleh mengganggu waktunya, saya mau menyampaikan dakwah, saya santri muallimin kelas 1”
“Silahkan mas” jawanbku… akhirnya dengan sangat lancar santri itu menyampaikan tentang “taubat”,, dengan wajah yang penuh keringat, dia menyampaikan sampai tuntas..

Alhamdulillah,,”sudah selesai bu”.. terimakasih ya Bu, sudah mendengarkan kultum saya..
“Semoga engkau jadi anak shaleh,sukses terus ya mas” . Bagaimana rasanya menyampaikan dakwah: ” awalnya deg2an ,bu,takut, tapi setelah itu asyik, rasanya ingin melakukan terus. Walaupun ada yang menolak juga tadi, tapi malah asyik ada tantangan.

Ibu, kenapa ada disini, tanya santri itu. Anak saya Fatih di muallimin juga kelas 1e, kenal tidak mas,” iya kenal Bu, Fatih di sebelah timur alum alun..
Penasaran ku ingin melihat juga bagaimana dengan anakku. Ternyata dia juga sedang “berbincang” dengan tukang Becak, sangat serius. Akhirnya kuambil gambar nya dari jauh. Entah apa yang disampaikan.

Rasanya, harapan terhadap generasi muda negeri ini masih ada, secercah sinar dari Mualimin untuk bangsa ini menjadi lebih baik dan cemerlang. Kalau mereka¬† yang masih sangat muda saja mau dan tergerak berjuang untuk menyampaikan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, masa iya kita yang sudah dewasa dan tua ini tidak tergerak untuk berdakwah. Malu rasanya…

Mereka menikmati kegiatan hari ini, bahkan ada yang memberi hadiah juga setelah mereka kultum tadi. Tapi tidak sedikit juga yang menolaknya, dengan alasan bermacam macam. Tapi itulah dakwah, santri justru belajar dari penolakan itu. Bahwa menyerukan kebaikan itu membutuhkan strategi sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi.

*Fatih setelah kutanya , apa tadi yang disampaikan,,” tentang sholat jama’ah Bu. Awalnya grogi, tapi kemudian lancar. Memang butuh latihan ya Bu. Dan asyik ternyata..
Alhamdulillah… kegiatan yang menggembirakan dan mencerahkan

Leave a comment