Kabar dari santri Mu’allimin di Jepang

setyadi

Setiadi Pradana | Jepang | 14 Januari 2017

Kegiatan malam ini saya masak bersama orangtua angkat saya. Saya memanggilnya Otto Sang, semacam panggilan bapak gitu. Nama aslinya Matsumoto. Sebagai bentuk hormat, orang Jepang biasa menambahkan kata Sang. Saya pun dipanggilnya Dana Sang. Panggilan hormat orangtua angkat saya adalah Matsumoto Sang.

Tadi saya buatkan mereka opor dan kerupuk, identik dengan makanan idul fitri khas Indonesia. Sengaja saya buatkan itu sebagai sarana dakwah saya untuk mengenalkan tentang Islam. Katanya “oooo kore wa oishdesuga watashi wa hontni suki.” Artinya, “Oo lezat sekali, saya sangat suka. Kamu belajar di sekolah Islam tapi kamu pandai memasak.” “Anata no gakko no namae wa nandesuka,” imbuhnya, artinya “Apa nama sekolahmu?” Dengan bangga saya jawab “watakushiha ni ikimasu Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta” artinya, saya bersekolah di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Kemudian saya ceritakan secara gamblang tentang makanan opor dan Islam. “Isuramu kyoto wa do o iwau toki, soreha tenkei-tekina tabemono wa subarashidesudesu.” Artinya, ini makanan besar umat Islam Indonesia ketika Idul Fitri. Kemudian dia banyak bertanya tentang Mu’allimin, Muhammadiyah, Islam, dan Indonesia. Dengan senang hati saya menjelaskanya. Arigato gozaimasu

Leave a comment