WAKIL BUPATI BANJARNEGARA PASTIKAN HADIRI SYAWALAN KELUARGA BESAR MU’ALLIMIN, 25 JUNI 2018.

Guru Sekolah Dasar yang sukses sebagai birokrat.*

Wakil Bupati Banjarnegara H Syamsudin SPd MPd dipastikan akan hadir dan memberikan sambutan dalam acara Syawalan Keluarga Besar Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Senin Malam (25/6/18). Acara yang akan dihelat di ruang _Exclusive Hall Center_ Hotel Surya Yudha Banjarnegara itu akan diikuti oleh sekitar 400 orang yang terdiri dari guru dan karyawan Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta beserta keluarganya. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan rihlah warga Mu’allimin yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali.

H Syamsudin SPd MPd merupakan wakil bupati Banjarnegara yang akan menjabat hingga tahun 2022. Sebelum terjun ke ranah politik, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjarnegara itu memiliki latar belakang dan karier sebagai pendidik/guru. Pria kelahiran Banjarnegara, 7 Februari 1954 tersebut pernah berkarier sebagai guru di SD Kalitengah, SD Karanganyar, dan SD Purwanegara Banjarnegara. Setelah itu beberapa jabatan struktural di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjarnegara pun pernah ia pegang.

Keinginan suami dari Hj Kristiyani dan bapak dari lima anak ini untuk berprofesi sebagai birokrat, adalah untuk mengabdikan dirinya secara nyata dalam perspektif sebagai pelayan dan pamong bagi rakyat. Baginya, jabatan dan kedudukan adalah amanah yang harus diemban dan harush dipertanggungjawabkan. Dan itu harus diniati untuk beribadah.

“Ikut serta secara riil dalam upaya membangun dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki daerah demi kesejahteraan masyarakat dan tanah kelahiran, adalah tujuan utama untuk menduduki jabatan yang saat ini diamanahkan kepada saya ini,” akunya dalam akun pribadinya yang dirilis malam ini.

Sementara itu, Humas Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta yang juga sebagai ketua panitia menjelaskan, bahwa acara rihlah ini merupakan kegiatan dua tahunan yang biasanya diselenggarakan pada bulan Desember. Namun karena berbagai pertimbangan teknis, acara dimajukan pada bulan Juni ini. Akan tetapi, tujuan utamanya tetap yakni untuk menjaga, memelihara, dan semakin mempererat tali ukhuwwah Islamiyah dan harmonisasi di antara seluruh pegawai berikut keluarganya.

“Sedangkan acara syawalan yang dihelat sebagai rangkaian acara rihlah juga merupakan langkah strategis, efektif dan efisien. Kita tidak dua kali kerja, dan biayanya pun bisa kita tekan, relatif lebih hemat. Dan itu bisa untuk mensupport pos kegiatan lain yang lebih urgent guna mengembangkan madrasah memasuki abad ke-2 ini,” tegas Sarijan dalam siaran persnya malam ini.

Leave a comment