Mubaligh Muda Berkemajuan, Anak Panah Muhammadiyah

Pada hari Senin malam 14 Mei 2018, lapangan tengah Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta tampak ramai. Mereka berdatangan untuk mendengarkan pembekalan bagi para calon Mubaligh Hijrah yang ditugaskan selama + 20 hari selama bulan Ramadhan.  Bertindak sebagai pemateri pada kesempatan itu adalah Ustadz Wijayanto.

Dalam kesempatan sambutan, Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Ustadz Aly Aulia, Lc., M.Hum. menyampaikan bahwa para santri Mu’allimin diterjunkan dalam kegiatan Mubaligh Hijrah sebagai anak panah Muhamadiyah untuk mengenalkan nilai-nilai Muhammadiyah di tengah masyarakat.

Selanjutnya dalam kesempatan memberikan materi kepada para calon Mubaligh Hijrah, Ustadz Wijayanto menyampaikan bahwa hendaknya yang disasar dalam dakwah adalah hati, kalau hatinya kena, maka agama akan mudah masuk. Dakwah itu dari hati ke hati. Komunikasi adalah hal yang unik dan akan berjalan baik jika komunikator dan komunikan saling mempengaruhi. Beliau juga menyampaikan bahwa ayat-ayat hukum dalam Al-Qur’an ada 422 ayat, sehingga jika bisa hafal atau faham maka ia setidaknya sudah punya bekal yang cukup dalam materi. Yang perlu disiapkan oleh Mubaligh jika ingin menyampaikan dakwahnya setidaknya ada tiga:

  1. Sikap mental dan gesture.
  2. Materi.
  3. Persiapan batin

Prinsip dakwah menurut beliau:

  • Yassiru wala tu’assiru, basysyiru walaa tunaffiru
  • Jadilah diri sendiri

Pesan beliau kepada para calon mubaligh hijrah:

  1. Tidak ada orang yang lebih baik daripada da’i-da’i yang menyebarkan kebaikan/dakwah.
  2. Azimah mulianya orang yang berdakwah.
  3. Fadlullah. Para da’i akan memperoleh keuntungan dunia dan akhirat. Kekuatan yang diutus adalah dari yang mengutus.
  4. Carilah ilmu-ilmu yang baik di manapun tempat.
  5. Jangan lupakan Tuhan/Alloh.

Leave a comment