SEMARAK MILAD KE-99 MADRASAH MU’ALLIMIN MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

Bulan Desember adalah bulan yang penuh dengan hari-hari yang sibuk, karena pada bulan tersebut banyak kegiatan di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Salah satunya adalah Semarak Milad ke-99 Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Sarijan, SS., M.Pd.,selaku Humas Madrasah pada tanggal 10 menjelaskan: “Berbagai agenda edukatif yang telah kami selenggarakan adalah Student Competition, Khotmil Qur’an dan Tabligh Akbar oleh Da’i Cilik Nasional Wildan Mauzakawali. Meet and Greet bersama Aan Geisha, Kuliah Umum Kepemimpinan oleh dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (Bupati Kulon Progo), Sarasehan Alumni bersama Iqbal Parewangi (alumni sekaligus anggota DPD RI), Pengobatan Gratis, Open House dan Alumni Expo, Donor Darah, Pelatiha TOEFL Gratis, dan Bakti Sosial.

Memasuki hari kesepuluh dari rangakian Semarak Milad ke-99 Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, pada hari Ahad, 10 Desember 2017 diadakan Jalan Sehat yang diikuti oleh sekitar 2000 orang dari lintas komunitas yang merupakan mitra madrasah; dari masyarakat sekitar, seluruh civitas academica madrasah beserta keluarganya, utusan berbagai lembaga, hinggakalangan birokrat dari berbagai instansi di wilayah kota Yogyakarta turut serta menyemarakkan acara Jalan Sehat yang dilepas oleh Direktur Madrasah H. Aly Aulia, Lc., M.Hum. Dalam acara jalan sehat tersebut dimeriahkan dengan acara pembagian doorprize yang menarik.

Sebagai puncak acara Semarak Milad ke-99 Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta adalah Resepsi Milad pada hari Senin tanggal 11 Desember 2017 yang dihadiri oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. Pada acara tersebut beliau berkenan memberikan amanat yang di antaranya berisi:

  1. Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah harus menyediakan literatur dari A sampai Z,dari kitab kuning, putih hingga abu-abu. tapi santri harus diarahkan untuk tidak menyimpang.
  2. Guru tidak boleh ada yang bersifat fi’il madhi yang melanggengkan kemasalaluan, akan tetapi harus bercorak ‘Ashariyah (dari kata al-‘ashr) bersifat kekinian, dan mereproduksi pembaharuan.
  3. Di depan ini yaitu para murid adalah para Dahlan muda, para Dahlan baru.
  4. Madrasah Mu’allimin harus dipersiapkan untuk menghasilkan pemikir, bukan sekedar politisi. Ilmuwan seperti cendekiawan klasik, tidak hanya sekedar anggota DPR.
  5. Madrasah Mu’allimin harus dipersiapkan dengan strategi yang berorientasi ke depanĀ  dan jangan terlalu administratif.

Demikian, beberapa poin dalam acara Semarak Milad ke-99 Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Leave a comment