Silaturahmi Santri ke Daerah Binaan

1481692556082Muballigh Hijrah merupakan kegiatan rutin yang diadakan Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, dimana para santri dikirim keberbagai daerah di Indonesia bahkan hingga ke negeri Jiran guna menyebarkan dakwah. Tujuannya agar terbentuk generasi militan sebagai anak panah Muhammadiyah.

Pada Senin dan Selasa (12-13/12) lalu, sebanyak 11 santri alumnus Muballigh Hijrah Merden, Banjarnegara tahun 1436 H mengadakan kegiatan “Silaturahmi ke Daerah Binaan”, diantaranya : Desa Merden, Desa Karanganyar dan  Desa Mertasari. Tujuannya sebagai tanda apresiasi kepada masyarakat Merden yang telah mendukung dan memfasilitasi dakwah para santri. Kegiatan yang bertemakan “Sambung Silaturahmi, Wujudkan persaudaraan yang terealisasi” ini didukung penuh oleh Madrasah Mu’allimin. “Selain silaturahmi, kegiatan ini menunjukkan keaktifan santri dalam rangka pembentukan kader muhammadiyah”, ujar Erik Tauvany Somae (Staff Urusan Bidang Perkaderan).

Kegiatan ini juga disambut oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Merden, Bapak Hidayatullah. “Suatu kegiatan yang positif agar terbentuk jaringan persaudaraan yang kuat. Saya berharap kedepannya para santri dapat melestarikan budaya ini”, ungkapnya.

Rundown kegiatan dimulai dari berkumpulnya para santri di madrasah guna mengecek kelengkapan peserta. Dengan mengendarai minibus, selama kurang lebih enam jam perjalanan menuju ke daerah tujuan. Para santri kemudian menyebar ke daerah tempat berdakwah masing-masing guna bersilaturahmi pada bapak/ibu pengasuh. Setelah selesai, para santri pun kembali menuju ke Yogyakarta. Salah seorang bapak pengasuh, Slamet, mengatakan, “Merupakan kebahagiaan bagi kami dapat bertemu langsung dengan santri padahal cuaca sedang hujan”.

Kegiatan yang diketuai Kholil ini pun berjalan lancar. “Kami mengucap banyak terimakasih kepada segala pihak yang telah membantu, semoga silaturahmi ini dapat mempererat hubungan para santri dengan warga terkhususnya bagi bapak/ibu pengasuh serta  berjalan konsisten”, tangkasnya.

Sumber : kiriman dari Ahmad Mu’taz Shobary (santri kelas 6)

Leave a comment