Antisipasi Dini Perilaku Destruktif di Kalangan Santri Mu’allimin

Studium General Bersama Aparat Kepolisian

Akhir-akhir ini perilaku menyimpang di kalangan remaja telah menjadi  salah satu fenomena  sosial yang kian meresahkan masyarakat. Lembaga pendidikan sebagai salah satu instrumen penting dalam ranah tripusat pendidikan, memiliki kewajiban moral untuk ikut berperan secara aktif dalam upaya pencegahan perilaku yang sering berujung pada tindakan kriminal itu. Berangkat dari konsep itulah, Staf Urusan Pembinaan Kader dan Alumni Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, menggelar kegiatan Studium General dengan tema “Tantangan dan Tuntutan Remaja di Era Millenial” di kampus setempat, Sabtu (2/2/19).

Acara yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI itu menampilkan pemateri Iptu Wasno, Kepala Unit Binmas Kepolisian Sektor Wirobrajan. Tampak pula hadir mendampingi, Aipda Sumaryanto SH, Iptu Sarwadi, dan Aipda Tunggul Susilo.Dalam paparannya, Iptu Wasno menjelaskan bahwa di era kemajuan atau zaman millineal ini berbagai kenakalan dalam konteks pergaulan anak muda begitu kompleks. Dari pergaulan bebas, narkoba, sampai pada yang kini baru ngetrend yakni perilaku klithih.

“Perilaku klithih di kalangan remaja ini telah merambah di berbagai wilayah di Yogyakarta. Semua pelakunya adalah para anak muda. Dan dalam banyak kasus, telah merenggut jiwa orang lain,” tandas Wasno.

“Ini adalah tindakan yang jelas-jelas melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan norma, baik norma hukum, sosial, susila, bahkan norma agama,” urainya di depan para siswa yang dengan muka tegang mereka mengikuti ceramah tersebut.

“Dalam kaitan ini,” lanjut Wasno. “Aparat kepolisian akan bertindak tegas apabila di wilayah Wirobrajan dan juga wilayah lainnya, ada perilaku yang mengindikasikan tindakan brutal yang sudah membahayakan jiwa orang lain itu. Dan ini berlaku untuk semua orang!”, tegas Wasno sambil mengepalkan tangannya. Beberapa siswa tampak garuk-garuk kepala dan sebagian lainnya menundukkan pandangannya.

“Tapi, saya yakin siswa Mu’allimin tidak akan melakukan itu. Karena kalian adalah anak-anak alim semua,” lanjutnya dengan senyum lebar memecah suasana yang sedikit terasa kaku itu. Di akhir presentasinya, Wasno berpesan kepada para santri Mu’allimin untuk menjadi generasi emas bangsa yang berbudi pekerti luhur, dan berakhlak terpuji.

“Jadilah siswa yang memiliki jiwa kepemimpinan handal, karena di pundak kalianlah masa depan bangsa ini terbebankan. Kalianlah yang akan menerima tongkat estafet sebagai para pemimpin negara di masa depan,” harap Wasno mengakhiri paparannya.

Selesai acara, dilakukan sesi foto bersama antara para santri dengan pihak kepolisian sektor Wirobrajan di depan Masjid Jami’ Mu’allimin.

(HN)

Comments (2)

Menjaga bersikap antisipasi lebih baik daripada mengatasi masalah sudah terlanjur terjadi.
Apalagi ini urusan pembinaan prilaku anak.

bismillah semoga sukses

terimakasih atas sarannya.

Leave a comment