Dakwah, Cinta, dan Air Mata Kader di Negeri Gajah Putih – Arus Perjalanan Penting Mubaligh Hijrah Internasional di Thailand Selatan

Oleh Ahmad Tino

17 July 2025

Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta sebagai sebagai sekolah kader Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang merupakan kawah candra dimuka yang mempunyai misi mencetak kader pendidik, kader umat, kader bangsa, dan kader kemanusiaan terus mengepakkan sayapnya. Program Mubaligh Hijrah Internasional menjadi salah satu kegiatan utama peneguhan kompetensi bagi santri di bulan suci Ramadhan 1446 H. Puluhan kader dilesatkan ke berbagai penjuru dunia, seperti Amerika, Asutralia, Taiwan, Japan, Malaysia, Thailand, dan Timorleste.

Tepat tanggal 28 Februari 2025 dua kader dan satu pembimbing tiba di negeri Gajah Putih Thailand Selatan. Muhammad Rayhan Al Farooq (Kader tingkat V) dan Lauhmahfuziqri Al-Ayyubi (Kader tingkat IV) didampingi oleh pembimbing Ustadz Zulfi Jalal Muhsin diterima di Pusat Anak Yatim Foundation For Education and Human Resourche Development (FERD) Yala Thailand. Kedatangan kader Mu’allimin dan pembimbing bersama dua santri wati Mu’allimaat atas nama Sarah Zaida dan Naura Rachmayanti disambut oleh Ustadz Ismail yang merupakan CEO dari FERD YALA bersama jajaran pengurus.

Di pusat anak Yatim atau FERD YALA ini kegiatan Mubaligh HIjrah benar-benar menyentuh banyak kompetensi sekaligus. Disini kader diberikan kesempatan untuk terlibat aktif mengisi hari-hari di Pusat Anak Yatim Ferd Yala dengan berbagai kegiatan produktif yang membangun bagi santri.

Merawat Kebun Durian anak Yatim

Hari-hari awal kedatangan santri di Yala Thailand langsung diajak menuju kebun durian anak Yatim. Santri diajak berkebun melihat langsung dan terlibat aktif merawat kebun durian anak Yatim di tengah matahari yang terik, namun tersejukan dengan harapan dan rasa bahagia karena bisa menjadi bagian dari energi menyiapkan ekonmi masa depan anak-anak Yatim. Selain Kebun durian Pusat anak Yatim FERD YALA merintis berbagai macam lumbung-lumbung ekonomi lainnya seperti kebun sawit, peternakan kambing, peternakan Sapi, Toko Kelontong, Baber Shop, dan lain sebagainya seraya mengingatkan seperti inilah bentuk gerakan persyarikatan Muhamadiyah diawal berdirinya yang dirintis oleh KH. Ahmad Dahlan dengan cara melakukan gerakan sosial pemberdayaan di Kauman Yogyakarta.

Kegiatan rutin memasak buka puasa untuk dibagi di wilayah Yalla

Selama Ramadhan Pusat Anak Yatim setiap hari membuat paket buka puasa untuk keluarga keluarga anak yatim di sekitar Yala Thailanad, maka sejak pagi hari santri sudah membantu kegiatan di dapur umum menyiapkan aneka persiapan meracik dan memasak menu buka puasa. Sementara santri putra juga membantu berbagai kegiatan amal usaha di depan, seperti mempacking berkwintal-kwintal beras yang akan dibagikan untuk bakti sosial. Kegiatan yang menguras energi di tengah perjuangan berpuasa di bulan suci yang mulia.

Packing sembako bakti Sosial

Pusat Anak Yatim FERD YALA juga mempunyai kegiatan rutin memnyiapkan ribuan paket baju hari raya untuk anak Yatim yang akan dibagikan untuk anak-anak Yatim di wilayah Thailand Selatan baik di Yalla, Narathiwat, Songla, ataupun Pattani Darussalam. Kegiatan ini tentu mendisik santri tentang pentingnya membahagiakan anak yatim sebagai kegiatan mulia yang indah dan sangat dicintai Rasulullah serta mempunyai kedudukan yang tinggi dekat bersama Rasulullah di Surga. Anak anak berperan membantu menyetrika baju, dan packing paket hari raya untuk ribuan anak di wilayah Thailand Selatan.

Kegiatan produksi baju hari raya untuk ribuan anak yatim

Di saat hari raya menjadi hari yang paling bahagia bagi anak pada umumnya karena ada orangtua yang akan membelikan hadiah kasih sayang serta uang saku hari raya. Lalu kepada siapa anak yatim akan meminta hadiah-hadiah itu, maka siapa yang ikut andil membahagiakan anak yatim akan mendapatkan kedudukan yang indah di surga dekat bersama Rasulullah.

Orientasi awal Kader dengan anak-anak

Selanjutnya perjalanan santri adalah mengabdi di Darul Khair Lil Aitami wa Dhuafa Rumah Kebajikan Anak Yatim dan Fakir Miskin Narathiwat. Selama lebih dari satu pekan kader membersamai anak-anak Panti baik pendampingan ibadah, baca Quran, bermain, belajar bahasa, membangun keterampilan, dan pengembangan diri laiinya. Hingga tanpa terasa waktu yang harus memisahkan kader dengan mereka, namun anak anak meminta perpanjangan waktu agar menambah hari disana, hingga akhirnya perpanjangan waktu di Darul Khair Lul Aitami wa Dhuafa ditambah selama tiga hari.

Kegiatan bermain Kertas Origami
Pusing-pusing ke Pasar Sore Ramadhan
Kegiatan Belajar Bahasa Inggris
Pendampingan baca Qur’an

Namun waktu akhirnya yang memutuskan kami harus berpamit ke Indonesia, sudah berulang kali anak-anak menanyakan kapan jadwal pulang dan seraya berharap tanggal itu tak kunjung sampai atau terus ditambah harinya. HIngga sat kami harus berpamit air mata tak terbendung di pipi anak-anak juga sebagian kader. Kami saling menitipkan pesan kebaikan dan seraya berdoa kepada Allah menitipkan doa dan penjagaan terbaik dari Allah kepada anak-anak. Semoga anak-anak terus bertumbuh menjadi manusia yang berjaya di masa mendatang.

Berbondong mengantar santri MH menuju Imigrasi

Tanggal 16 Maret 2025 tibalah hari dimana santri MH harus pulang meninggalkan Thailand, dari Yalla Thailand kami harus bertolak menuju Imigrasi di Sungai Kolok yang jaraknya lebuh kurang 131 Km. Diluar prediksi kami, ternyata belasan orang dari pengurus Pusat Anak Yatim FERD Yalla turut mengantar kami ke Imigrasi, perpisahan tak bisa terelakan dari air mata turut mengalir. Mereka mengantar kami sampai pintu perbatasan Thailand-Malaysia melihat kami secara men dalam dan memelkuk erat kami serta mendokan kami dengan poenuh kasih sayang semoga kelak bisa saling berjumpa lagi di lain kesempatan yang indah.

Sungguh mendalam pendidikan dan hikmah yang diperoleh kader di Thailand Selatan. Semoga semakin mendewasakan dan meneguhkan kepribadian mereka dari perjalanan panjang menempa diri menjadi kader inti persyarikatan Muhammadiyah yang kelak akan berdiaspora untuk menjadi kader pendidik, kader umat, kader bangsa, dan kader kemanusiaan.