Kunjungan Grand Mufti Australia di Mu’allimin Jogja

kunjungan grand Mufti

Tukar menukar cindera mata Mu’allimin-Mu’allimaat dengan Grand Mufti Australia

Yogyakarta (Muallimin)—Mufti Australia didampingi salah seorang Imam Besar Masjid di Australia mengunjungi Madrasah Mu’allimin-Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (1/3), yang disambut puluhan santri beserta guru dan pimpinan. Direktur Mu’allimin Asep Sholahudin M.Pd.I mengungkapkan bahwa setelah kunjungan Mufti Australia di Mu’allimin, muhibah akan dilanjutkan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

“Masyarakat Australia itu sangat terbuka, silahkan santri Mu’allimin Mu’allimat datang kesana, kami akan menyambut dengan tangan terbuka. Jangan takut studi disana karena ada opini dari beberapa media tentang hubungan yang kurang baik, situasi yang kurang aman. Sebenarnya kondisinya sangat aman dan sangat kondusif untuk belajar,” ungkap Syekh Dr.Ibrahim Abu Mohamed mufti pemerintah Australia yang diterjemahkan oleh Ridwan Hamidi Lc,MA, salah seorang pengajar Mu’allimin di ruang Aula.

Dr. Ibrahim Abu Mohamed sangat antusias menjawab pertanyaan santri dan guru Mu’allimin Mu’allimat. Silih berganti pertanyaan diajukan baik dengan bahasa Arab, Inggris maupun Indonesia.

Sebelum meninggalkan komplek pondok, Grand Mufti Australia berkenan keliling lokasi pondok tertua yang berada di Jl.LetJen S.Parman 68. Dalam perjalanan sejarahnya pondok ini pernah dipakai kantor Kementerian Keuangan, ketika Ibukota negara ada di Yogyakarta.(mar/riz/bap)

 

Sumber : http://yogyakarta.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=340193

 

Leave a comment