168 Anak Panah Muhammadiyah dilepaskan dari Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta

Hari Selasa, tanggal 1 Mei 2018 ada pemandangan lain yang tidak biasa di Sportorium UMY, dengan adanya acara wisuda. Wisuda tersebut bukanlah acara yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, melainkan Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah yang mengadakan acara Wisuda Kelas VI yang telah menyelesaikan studinya di sekolah Pendidikan Kader 6 tahun.

Sebanyak 168 siswa telah dikukuhkan sebagai wisudawan, 25 dari kelas keagamaan, 104 dari kelas IPA, dan 39 dari kelas IPS. Masing-masing kelas tersebut mengirimkan satu siswa terbaik di kelas jurusannya. Kelas Keagamaan mengirimkan Ahmad Fawzi Najamuddin, siswa terbaik kelas IPA adalah Satria Widyanto, dan siswa terbaik kelas IPS adalah Refokto Setiawaan. Siswa terbaik dari satu angkatan adalah Satria Widyanto. Tercatat, beberapa prestasi telah ia torehkan, di antaranya adalah sebagai peraih medali emas tingkat nasional dalam event Olimpiade Sains Nasional di Riau 1 – 8 Juli 2017 dan Juara I The Best Experiment and The Best Overall di ajang Kompetisi Sains Madrasah tingkat nasional. Atas prestasinya tersebut, maka dia berhak dianugerahi gelar Kader Paripurna Terbaik (Best of The Best Graduates) dan berhak mendapatkan 1 (satu) buah unit laptop.

Hadir dalam kesempatan acara wisuda tersebut, Dr Agung Danarto, M.Ag selaku wakil dari jajaran PP Muhammadiyah dan Buya Prof. Dr. Ahmad Syafi’i Ma’arif atau yang lebih dikenal sebagai Buya Syafi’i yang pernah menjabat sebagai Ketua umum PP Muhammadiyah periode 1998-2005 dan beliau juga merupakan alumni Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Dalam kesempatan memberikan sambutan sebelumnya, Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, H. Aly Aulia, Lc., M.Hum mengugkapkan para wisudawan Mu’allimin angkatan 92 hendaknya mementapkan niat dirinya sebagai kader persyarikatan umat bangsa dan kemanusiaan.

Dalam kesempatan tersebut, Buya Syafi’i hadir memberikan sambutan. Ia berharap bahwa alumni Mu’allimin harus berkarakter, beliau juga berharap ada yang menjadi polisi dan tentara yang baik dan penulis yang handal. Beliau mengungkapkan selama bergaul dengan para aparat, sedikit sekali aparat yang mengerti agama, sehingga selalu saja tidak bisa mengedepankan dialog ketika bertemu dengan kelompok garis keras, sehingga beliau berharap ada alumni Mu’allimin ada yang menjadi aparat Negara, supaya diisi para santri untuk kebaikann bangsa, umat dan keluarga besar Muhammadiyah. Beliau menambahkan pula supaya alumni Mu’allimin harus ada pula yang menjadi diplomat, pengusaha besar hingga dokter, akan tetapi jangan lupa dengan almamater Mu’allimin.

Adapun sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto menyampaikan bahwa hendaknya pula alumni Mu’allimin menjadi seperti yang disampaikan Buya Syafi’i supaya masuk menjadi polisi, tentara dan juga birokrat. Muhammadiyah berusaha melakukan internasionalisasi Muhammadiyah dan amal usaha Muhammadiyah didorong untuk berdiaspora ke seluruh dunia. Tercatat, Muhammadiyah mempunyai 22 cabang istimewa di 22 negara di dunia.

Leave a comment