Pelatihan keorganisasian dan dakwah bagi kader Muhammadiyah

Selama empat hari dari tanggal 9 – 12 April 2018, siswa Mu’allimin tingkat 4 dan 5 yaitu kelas X dan XI Madrasah ‘Aliyah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta mengikuti pelatihan. Bagi kelas 4 diadakan kegiatan Tunas Melati 1 yang diadakan di Wisma Dharmais Kulon Progo Yogyakarta. Dalam acara pembukaan, ketua panitia PKTM1, Andi Muhammad Asyraf menyampaikan bahwa tema kali ini adalah REkonstruksi Makna Kader Pelopor, Pelangsung, Penyempurna Gerakan Muhammadiyah sehingga diharapkan para peserta untuk dapat mengikuti dengan serius dan khidmat pelatihan ini. Selanjutnya, Ketua Umum PR IPM Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Faiz Arwi Assalimi menyampaikan bahwa para peserta jangan hanya menjadi pelopor akan tetapi juga harus menjadi penggerak, hal luar biasa terkadang harus dipaksa tetapi dalamketerpaksaan itu jangan lupa untuk bergembira.

Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Ustadz Aly Aulia, Lc., M.Hum. dalam sambutannya di Aula Mu’allimin sekaligus membuka acara pelatihan menyampaikan bahwa kegiatan ini bukanlah merupakan pengalihan dari kegiatan yang ada di madrasah, akan tetapi kegiatan ini sebagai jenjang perkaderan yang ada di Mu’allimin sebagai bekal untuk berkiprah di kemudian hari dan berharap ketika nanti di kelas 5, mereka dapat menjadikan perannya sebagai penggerak di Mu’allimin. Dalam kegiatan tersebut beberapa tokoh Muhammadiyah diberikan kehormatan untuk menjadi pemateri, di antaranya: H. Fathurrahman Kamal, Lc., MA, Munawar Khalil, SS., M.Ag., H. Syakir Jamaludin, S.Ag., MA., Ipmawan Velandani Prakoso, Ipmawan Azhar Nasih Ulwan, dan Ipmawati Annisa Nur Fitriana.

Selain kegiatan PKTM1 tersebut, ada kegiatan yang lebih menekankan pada bekal untuk berdakwah, yaitu bagi kelas 5 diadakan Pelatihan Khutbah sebagai bekal bagi para siswa Mu’allimin sebagai kader untuk berdakwah di kemudian hari terjun di masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Asrama 10. Dalam kegiatan tersebut siswa kelas 5 diajarkan tentang bagaimana menyusun dan berkhutbah baik untuk khutbah Jum’at maupun untuk berdakwah di masyarakat. Diharapkan setelah mengikuti latihan khutbah tersebut siswa kelas 5 siap untuk dapat menunaikan khutbah Jum’at sebagai syarat kelulusan pada kelas 6.

Leave a comment